Kenapa Bali? Perpaduan iklim tropis, komunitas ekspat dan digital nomad yang besar, internet yang membaik, dan biaya hidup yang lebih ringan dibanding banyak kota besar dunia membuat Bali menarik untuk tinggal jangka menengah–panjang maupun investasi.
Kawasan populer. Canggu (pantai + kafe + komunitas nomad), Seminyak (kelas atas, dekat pusat), Ubud (alam & budaya), dan Uluwatu (tebing & selancar) adalah favorit lama. Yang menarik untuk pembeli: pesisir Tabanan seperti Kedungu — lebih tenang, dekat Tanah Lot, dan tumbuh sebagai destinasi premium baru dengan harga yang masih lebih rasional dari Canggu.
Visa. Ekspat biasanya memakai izin tinggal seperti KITAS (kerja/investor/pensiun) atau skema jangka panjang lain seperti Second Home Visa. Ketentuan dan syarat berubah mengikuti kebijakan; cek regulasi terbaru dan gunakan agen imigrasi tepercaya — jangan tinggal atau membeli properti hanya dengan visa turis.
Biaya hidup. Bervariasi menurut gaya hidup, dari hemat hingga premium. Pos utama: sewa vila, transportasi (motor/mobil), makan (warung vs restoran), dan asuransi kesehatan. Banyak ekspat menyewa dulu untuk mengenal kawasan sebelum membeli.
Beli properti dengan aman. WNA tidak bisa memegang Hak Milik (SHM) langsung; kepemilikan umumnya melalui Leasehold (25–99 tahun), Hak Pakai, atau PT PMA. Hindari skema nominee (pinjam nama) yang berisiko. Selalu cek sertifikat, zonasi (zona hijau tak boleh dibangun), dan gunakan notaris/PPAT. Baca panduan lengkapnya di artikel WNA & investasi properti Bali kami.
Cakra membantu ekspat menemukan dan membandingkan properti primary di Bali secara jujur — termasuk proyek seperti Ciputra Beach Resort di Kedungu — lalu menghubungkan Anda ke tim penjualan resmi dan notaris. Ini informasi umum, bukan nasihat hukum atau imigrasi. Mulai dengan menanyakan pilihan via WhatsApp.
